Potensi Peternakan dan Perikanan Desa Labbo: Peluang Ekonomi dari Alam yang Kaya

09 Juli 2025
Administrator
Dibaca 65 Kali
Potensi Peternakan dan Perikanan Desa Labbo: Peluang Ekonomi dari Alam yang Kaya

Desa Labbo di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, tidak hanya dikenal dengan potensi pertanian dan hutan rakyatnya, tetapi juga menyimpan peluang besar dalam sektor peternakan dan perikanan air tawar. Didukung oleh ketersediaan pakan alami dan sumber air yang melimpah, Desa Labbo memiliki modal alamiah untuk menjadi desa mandiri pangan dan protein hewani jika dikelola dengan baik.

Peternakan Sapi: Potensi Besar yang Belum Dioptimalkan

Sapi merupakan salah satu ternak yang telah dibudidayakan sejak lama. Sayangnya, hanya sekitar 1% masyarakat yang saat ini aktif memelihara sapi. Hal ini disebabkan oleh:

  • Minimnya keterampilan peternak

  • Kurangnya pendampingan teknis

  • Keterbatasan tenaga kerja, terutama perempuan dan pemuda

Namun, ketersediaan pakan sangat melimpah, menjadikan ternak sapi sebagai peluang besar untuk dikembangkan. Pemerintah pernah memberikan bantuan ternak sapi pada tahun 2005 kepada masyarakat Dusun Pattiro, menunjukkan bahwa perhatian terhadap sektor ini sudah pernah dilakukan.

Pemasaran sapi biasanya menggunakan sistem barter atau negosiasi langsung antara peternak dan pembeli.

Masyarakat berharap adanya pelatihan, pendampingan, serta dukungan permodalan agar sapi bisa menjadi salah satu sumber penghasilan utama di masa depan.

Ternak Kuda: Tradisi yang Mulai Tergerus Zaman

Ternak kuda memiliki sejarah panjang di Desa Labbo. Dahulu digunakan sebagai alat angkut hasil pertanian, kuda kini mulai tergeser oleh kendaraan modern seperti "motor kebun". Saat ini, hanya sekitar 5% rumah tangga yang masih memelihara kuda.

Beberapa pola pemeliharaan kuda antara lain:

  • Dikandangkan atau diikat di lahan terbuka

  • Dibiarkan bebas secara liar (disebut "lambarang"), yang terkadang menimbulkan masalah karena merusak lahan pertanian

Minimnya keterampilan dan keterlibatan perempuan juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, ternak kuda masih memiliki potensi ekonomi, terutama jika dimanfaatkan sebagai ternak balap, wisata edukasi, atau pertanian terpadu.

Ternak Kambing: Meningkatnya Kesadaran dan Nilai Ekonomis

Ternak kambing mulai berkembang sejak tahun 1980-an melalui program bantuan pemerintah. Kini, sekitar 15% masyarakat telah memelihara kambing. Dibanding sapi atau kuda, kambing lebih mudah dipelihara sehingga perempuan berkontribusi hingga 30% dalam perawatannya.

Kelebihan budidaya kambing di Desa Labbo:

  • Pakan tersedia secara alami

  • Kotoran kambing bisa dijadikan pupuk organik

  • Biaya perawatan relatif rendah

Namun, sistem pemasaran masih bersifat musiman dan tidak stabil, biasanya hanya ramai saat acara keagamaan atau hajatan. Selain itu, belum ada strategi jelas apakah kambing akan dijadikan penggemukan atau perkembangbiakan.

Dengan pelatihan dan sistem agribisnis yang lebih baik, ternak kambing dapat menjadi penggerak ekonomi rumah tangga yang stabil dan ramah lingkungan.

Perikanan Air Tawar: Sumber Daya Melimpah yang Belum Dimaksimalkan

Dengan ketersediaan air yang sangat baik, Desa Labbo memiliki potensi besar dalam pengembangan perikanan air tawar. Namun sayangnya:

  • Usaha perikanan belum menjadi mata pencaharian utama

  • Keterampilan masyarakat dalam budidaya ikan masih rendah

  • Modal usaha menjadi kendala utama

Air yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kolam ikan masih banyak yang terbuang percuma. Padahal, ikan air tawar seperti lele, nila, dan gurame bisa menjadi sumber protein sekaligus penghasilan tambahan bagi masyarakat.

Harapan masyarakat sangat besar agar ada dukungan pelatihan dan akses modal untuk menjadikan perikanan sebagai sektor penopang ekonomi desa.

Kesimpulan: Potensi yang Menunggu Sentuhan Nyata

Peternakan dan perikanan di Desa Labbo belum tergarap maksimal, tetapi memiliki potensi luar biasa untuk mendongkrak perekonomian desa. Dukungan dari pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan stakeholder lainnya sangat dibutuhkan untuk:

  • Meningkatkan keterampilan peternak dan pembudidaya

  • Menyediakan modal usaha mikro

  • Membuka akses pasar yang lebih luas dan terstruktur

Dengan pengelolaan yang terencana dan berkelanjutan, Desa Labbo dapat tumbuh menjadi desa agribisnis yang tangguh, mengangkat kesejahteraan warganya tanpa meninggalkan kearifan lokal.