Seminar KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Angkatan 67 Digelar di Desa Labbo

14 Juli 2025
Administrator
Dibaca 98 Kali
Seminar KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (UNHAS)  Angkatan 67 Digelar di Desa Labbo

Labbo, 10.30 WITA – Sebanyak 30 peserta, terdiri atas mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Labbo, mengikuti Seminar Program Kerja KKN Profesi Kesehatan Angkatan 67. Acara berlangsung di Aula Kantor Desa Labbo dan diselenggarakan oleh KKN Profesi Universitas Hasanuddin (UNHAS).

Seminar dibuka oleh Kepala Desa Labbo, Sirajuddin, S.Ag, yang menyambut hangat mahasiswa KKN. “Selamat datang para mahasiswa KKN di desa kami. Kami sangat mengapresiasi program kerja yang telah kalian susun. Semoga program-program ini dapat memberikan manfaat yang nyata dan edukasi bagi kemajuan desa dan kesehatan masyarakat. Pemerintah desa siap mendukung dan mendampingi pelaksanaan KKN ini,” ujarnya.

Selanjutnya, Petugas Kesehatan Masyarakat (PKM) Desa Labbo memberikan gambaran kondisi kesehatan lokal. Menurutnya, prevalensi stunting dan hipertensi di Desa Labbo masih di atas rata-rata kabupaten. “Data kami menunjukkan 22% balita berisiko stunting dan 18% warga dewasa menderita hipertensi. Program KKN ini tepat sasaran,” kata perwakilan PKM.

Koordinator Desa (Kordes) KKN, Syarif Hidayatullah, memaparkan tujuan seminar. “Seminar program kerja KKN ini bertujuan untuk memaparkan rencana kegiatan yang akan kami laksanakan di Desa Labbo selama periode KKN. Kami akan fokus merancang program dengan tema Percepatan Penurunan Stunting, Sanitasi, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kami berharap program-program yang kami rancang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Syarif.

Sebelas program prioritas disampaikan secara bergantian oleh tim KKN. Pertama, TENSI (Telusuri dan Nilai Tekanan Darah Saat Ini) untuk skrining hipertensi warga. Kedua, SEHATIN (Senam Anti Hipertensi, Tenangkan Irama Nadi) yang menggabungkan senam gerak lambat. Ketiga, CAKAP HIPERTENSI (Cegah, Awasi, Kendalikan, dan Atasi Penyakit Hipertensi) melalui penyuluhan dan monitoring rutin.

Program keempat, Asupan Bumil Cerdas, fokus pada edukasi gizi seimbang dan penerapan menu lokal untuk mencegah stunting pada ibu hamil. Kelima, WASPADA KEK (Wawasan Seputar Kekurangan Energi Kronis) untuk ibu hamil. Keenam, TERBURU CINTA TERLUKA JIWA, yaitu psikoedukasi mengenai pernikahan dini dan dampaknya terhadap kesehatan mental remaja.

Program ketujuh, BERALI (Bebas Rabies Lindungi Labbo), berupa vaksinasi hewan dan edukasi rabies. Kedelapan, Sekolah Bersih dan Sehat, mengajarkan PHBS dan pembuatan hand sanitizer. Kesembilan, SENYUM PANJANG (Mewujudkan Kesehatan Gigi dan Mulut) dengan metode sikat gigi benar. Kesepuluh, BEBAS (Batuk Etis, Bersin Aman, Sehat Bernapas) mengajarkan etika batuk dan bersin. Terakhir, SIPAKAINGE (Gerakan Saling Mengingatkan Jaga Sampah dan Sanitasi) untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Para peserta tampak antusias saat sesi tanya jawab. Seorang ibu rumah tangga, Sulis, mengapresiasi program edukasi gizi. “Materi menu lokal sangat aplikatif bagi keluarga kami,” ujarnya.

Seminar ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama oleh pemerintah desa, PKM, dan mahasiswa KKN. Kepala Desa Sirajuddin kembali menegaskan dukungan penuh: “Kami akan memfasilitasi sarana dan transportasi mahasiswa KKN agar program ini berjalan lancar hingga akhir masa KKN.”

Dengan tersosialisasinya rencana program kerja, diharapkan periode KKN Profesi Kesehatan Angkatan 67 dapat berjalan efektif, memberikan dampak positif, dan menjadi model pemberdayaan kesehatan masyarakat di Desa Labbo.

Penulis: Nur Hikmah
Editor: Sabri