Gugah Kesadaran Berbagi, Pemdes Labbo Gelar Sosialisasi ZIS: "Harta Menjadi Tabungan Akhirat"

10 Februari 2026
ERMAN
Dibaca 6 Kali
Gugah Kesadaran Berbagi, Pemdes Labbo Gelar Sosialisasi ZIS: "Harta Menjadi Tabungan Akhirat"

BANTAENG – Pemerintah Desa Labbo kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tatanan sosial dan spiritual masyarakatnya. Pada Selasa (10/02/2026), Aula Kantor Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, dipenuhi oleh tokoh masyarakat dan warga yang antusias mengikuti sosialisasi mengenai Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

Acara yang dimulai pukul 09.00 WITA ini mengusung tema yang cukup menyentuh sisi humanis dan religius: “Indahnya Berbagi dan Mengubah Harta Menjadi Tabungan Akhirat.” Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya sistematis untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan filantropi Islam dalam mengentaskan kemiskinan di tingkat desa.

Kehadiran Petinggi BAZNAS dan Sinergi Lintas Sektor

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran elit Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bantaeng. Tampak hadir Ketua BAZNAS Bantaeng, H. A. Rakmad AB Kr. Dode, S.I.Kom, didampingi oleh Wakil Ketua 1, Hamzar, S.Pdi., M.Pd, serta Wakil Ketua 2, Hasan Habibu.

Kehadiran para pimpinan BAZNAS ini menunjukkan betapa strategisnya posisi Desa Labbo dalam peta pengelolaan zakat di Kabupaten Bantaeng. Selain itu, sinergi lintas sektoral juga terlihat dengan hadirnya perwakilan Camat Tompobulu, perwakilan KUA Tompobulu, serta unsur pengamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang memastikan acara berlangsung kondusif.

Sambutan Kepala Desa: ZIS sebagai Pilar Ekonomi Desa

Dalam sambutannya, Kepala Desa Labbo, Sirajuddin, S.Ag, menekankan bahwa zakat dan sedekah bukan sekadar kewajiban agama, melainkan instrumen ekonomi yang luar biasa jika dikelola dengan profesional.

"Kami ingin warga Desa Labbo memahami bahwa harta yang kita miliki ada hak orang lain di dalamnya. Melalui sosialisasi ini, kita berharap kesadaran untuk berbagi semakin tumbuh, sehingga kemiskinan di desa kita bisa kita tanggulangi bersama melalui skema ZIS yang terstruktur," ujar Sirajuddin.

Beliau juga menambahkan bahwa transparansi dan kepercayaan adalah kunci utama agar masyarakat mau menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi seperti BAZNAS atau Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa.

Materi Inti: Mengubah Pola Pikir tentang Harta

Wakil Ketua 1 BAZNAS Bantaeng, Hamzar, S.Pd.I., M.Pd, yang bertindak sebagai pemateri utama, memberikan pemaparan yang mendalam mengenai perbedaan zakat, infak, dan sedekah. Beliau menjelaskan secara detail mengenai nisab (batas minimum harta) dan haul (jangka waktu) agar masyarakat tidak keliru dalam menghitung kewajibannya.

Hamzar menekankan filosofi "Tabungan Akhirat". Menurutnya, banyak orang terjebak dalam pemikiran bahwa memberi akan mengurangi kekayaan. Padahal, secara spiritual dan esensial, apa yang diberikan itulah yang sebenarnya "kekal" dan menjadi aset di hari kemudian.

"Dunia ini hanya tempat mampir. Harta yang kita simpan di bank mungkin akan habis atau diperebutkan, tetapi harta yang kita titipkan melalui zakat dan sedekah adalah investasi yang bunganya akan kita tuai di akhirat nanti," papar Hamzar di depan para peserta.

Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan

Aula Kantor Desa Labbo dipadati oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari Kepala Dusun, jajaran RK dan RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda. Kehadiran mereka dianggap sangat penting karena mereka adalah "perpanjangan tangan" pemerintah desa dalam menyampaikan informasi kepada warga di tingkat akar rumput.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Beberapa peserta menanyakan teknis pengumpulan zakat profesi dan zakat pertanian, mengingat mayoritas warga Desa Labbo adalah petani. Hal ini dijawab dengan tuntas oleh tim BAZNAS dengan memberikan solusi praktis mengenai penjemputan zakat dan pengelolaan melalui UPZ Desa.

Dengan terlaksananya sosialisasi ini, Pemerintah Desa Labbo berharap ada peningkatan signifikan dalam perolehan ZIS di wilayahnya. Harapan besarnya adalah dana yang terkumpul dapat disalurkan kembali untuk membantu warga yang kurang mampu, memberikan beasiswa pendidikan, hingga bantuan modal usaha mikro bagi kaum dhuafa di Desa Labbo.

Acara ditutup dengan doa bersama dan komitmen dari para tokoh masyarakat untuk menjadi pelopor gerakan zakat di lingkungan masing-masing. Semangat "Indahnya Berbagi" kini bukan lagi sekadar slogan di spanduk, melainkan mulai tumbuh menjadi gerakan nyata di Desa Labbo.

Penulis: Erman AT

Editor: Tim Redaksi SapaDesa