Mahasiswa KKN Gelombang 115 Unhas Makassar Gelar Program Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Paving Blok Ramah Lingkungan

03 Februari 2026
ERMAN
Dibaca 7 Kali
Mahasiswa KKN Gelombang 115 Unhas Makassar Gelar Program Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Paving Blok Ramah Lingkungan

Dusun Panjang Utara, Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng kembali menunjukkan wajah gotong royong yang khas pedesaan. Senin sore, 02 Februari 2026, sekitar pukul 16.00 WITA hingga selesai, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar menggelar program kerja bertajuk Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Paving Blok Ramah Lingkungan. Kegiatan ini melibatkan langsung Kepala Dusun serta warga setempat, menjadikan program tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi kerja nyata yang membumi.

Program ini berangkat dari persoalan klasik yang dihadapi hampir semua desa, yakni limbah plastik. Plastik yang sulit terurai kerap berakhir dibakar, ditimbun, atau dibiarkan berserakan. Mahasiswa KKN melihat kondisi ini sebagai peluang sekaligus tantangan. Alih-alih mengeluh soal sampah, mereka memilih cara lama yang bijak namun dikemas dengan pendekatan baru: mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna.

Sejak sore hari, warga Dusun Panjang Utara tampak antusias berkumpul di lokasi kegiatan. Plastik-plastik bekas yang sebelumnya dianggap tak bernilai dikumpulkan, dipilah, lalu diperkenalkan proses pengolahannya menjadi paving blok. Mahasiswa KKN menjelaskan tahapan demi tahapan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami warga. Tidak ada istilah teknis yang ribet—yang penting, bisa dipraktikkan.

Kepala Dusun Panjang Utara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Unhas. Menurutnya, program ini sejalan dengan kebutuhan desa dan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan lingkungan. “Kalau dulu plastik hanya jadi masalah, sekarang bisa jadi bahan bangunan. Ini baru namanya kerja pakai akal sehat,” ujarnya, disambut anggukan dan tawa warga.

Proses pembuatan paving blok dari limbah plastik diperagakan secara langsung. Mulai dari pencacahan plastik, proses pemanasan, pencampuran dengan bahan lain, hingga pencetakan. Warga tidak hanya menonton, tetapi ikut mencoba. Anak muda, orang tua, bahkan ibu-ibu tampak terlibat aktif. Suasana terasa hidup—seperti kerja bakti zaman dulu, hanya saja bahan kerjanya lebih modern.

Mahasiswa KKN Gelombang 115 Unhas menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar menghasilkan paving blok, melainkan menanamkan kesadaran lingkungan dan membuka peluang ekonomi. Paving blok dari limbah plastik dinilai lebih tahan air dan cukup kuat untuk kebutuhan jalan setapak atau halaman rumah. Jika dikelola secara berkelanjutan, hasilnya bisa menjadi produk bernilai jual.

Warga menyambut baik gagasan tersebut. Beberapa di antaranya bahkan menyampaikan harapan agar pelatihan serupa dapat dilanjutkan setelah masa KKN berakhir. Bagi masyarakat Dusun Panjang Utara, program ini bukan hanya soal inovasi, tetapi juga soal kemandirian. Mengolah sampah sendiri, untuk kepentingan sendiri—prinsip lama yang kembali relevan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa KKN bukan sekadar formalitas akademik. Ketika mahasiswa mau turun tangan, mendengar warga, dan bekerja bersama, hasilnya terasa nyata. Limbah plastik yang sebelumnya menjadi beban, kini mulai dilihat sebagai sumber daya. Lingkungan lebih bersih, pengetahuan bertambah, dan hubungan antara mahasiswa dan masyarakat semakin erat.

Dengan program pemanfaatan limbah plastik menjadi paving blok ramah lingkungan ini, Mahasiswa KKN Gelombang 115 Unhas Makassar meninggalkan jejak positif di Dusun Panjang Utara. Bukan hanya paving yang dicetak, tetapi juga kesadaran dan harapan—bahwa perubahan bisa dimulai dari desa, dengan cara sederhana, dan dikerjakan bersama.


Penulis : Erman AT
Editor : Tim Redaksi Sapa Desa