Biopori Hadir di Desa Labbo: Gotong Royong Warga untuk Lingkungan yang Lebih Baik

14 Agustus 2025
Administrator
Dibaca 70 Kali
Biopori Hadir di Desa Labbo: Gotong Royong Warga untuk Lingkungan yang Lebih Baik

Bantaeng, 2025 — Di tengah udara pagi yang sejuk, halaman-halaman rumah di Desa Labbo tampak lebih ramai dari biasanya. Warga dari berbagai dusun berkumpul, membawa peralatan sederhana, dan bersama-sama membuat lubang di tanah. Bukan untuk menanam pohon, melainkan untuk memasang lubang resapan biopori — teknologi ramah lingkungan yang mampu mengurangi genangan air, meningkatkan daya serap tanah, sekaligus mengubah sampah organik menjadi kompos alami.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja KKNT Angkatan 114 Universitas Hasanuddin. Selama beberapa minggu, tim mahasiswa bersama warga bergerak dari satu dusun ke dusun lainnya: Pattiro, Ganting, Labbo, Panjang Selatan, Panjang Utara, dan Bawa.

Dari Pekarangan hingga Fasilitas Umum

Lubang-lubang biopori ini dipasang di titik-titik strategis, mulai dari pekarangan rumah warga, halaman fasilitas umum, hingga area yang rawan tergenang air. Masyarakat tidak hanya menyaksikan, tetapi ikut serta mengisi lubang dengan sampah organik rumah tangga—seperti sisa sayuran, daun kering, dan kulit buah—yang nantinya akan terurai menjadi kompos.

Selama lima hari di setiap dusun, rata-rata 40 warga bergotong-royong membantu proses pembuatan, pengisian, dan penutupan lubang biopori. Suasana kekeluargaan terasa hangat, dengan canda tawa yang mengiringi setiap ayunan cangkul dan sekop.

WhatsApp_Image_2025-08-14_at_12-49-26_(1) 

Manfaat yang Langsung Terasa

Selain membantu mengurangi limpasan air saat hujan, biopori juga memperbaiki kualitas tanah dan menyediakan pupuk alami bagi tanaman pekarangan. Warga pun mendapatkan manfaat ganda: lingkungan lebih bersih, dan tanaman mereka lebih subur.

“Kalau hujan deras, biasanya air menggenang di depan rumah. Semoga dengan adanya biopori ini, air cepat meresap dan halaman jadi kering lebih cepat,” ujar salah satu warga sambil menutup lubang yang baru selesai diisi.

WhatsApp_Image_2025-08-14_at_12-49-26 

Menanam Kesadaran, Bukan Sekadar Lubang

Bagi tim KKNT 114 Unhas, program ini bukan sekadar membuat lubang di tanah. Lebih dari itu, ini adalah upaya menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Mereka berharap, setelah program ini berakhir, warga tetap meneruskan kebiasaan memanfaatkan sampah organik untuk mengisi biopori yang telah dibuat.

Dengan gotong royong, Desa Labbo membuktikan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah kecil, namun membawa dampak besar bagi alam dan kehidupan sehari-hari.