PRISMA Hadir di Desa Labbo: Sentuhan Kreativitas dan Strategi Digital dari Mahasiswa KKN-T Unhas

Bantaeng, 17 Juli 2025 — Suasana pagi di Kantor Desa Labbo terasa berbeda. Ruang pertemuan yang biasanya digunakan untuk rapat perangkat desa, kini dipenuhi oleh tawa, diskusi, dan semangat belajar. Sejumlah warga dari berbagai kalangan—mulai dari pelaku UMKM, perangkat desa, hingga anggota karang taruna—berkumpul untuk mengikuti pelatihan bertema PRISMA (Program Inovatif Strategi Marketing dan Kreativitas Digital).
Program ini digagas oleh Azizah Ghaizani Alie, mahasiswa Arsitektur, dan Qayla Latifah Hariady Majid, mahasiswa Hubungan Internasional, yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 114 Universitas Hasanuddin di Desa Labbo. Meski berasal dari disiplin ilmu yang berbeda, keduanya sepakat menggabungkan keahlian masing-masing untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat desa.
Belajar Kreativitas dari Canva
Azizah membuka sesi pertama dengan materi Digital Kreatif, memperkenalkan Canva—platform desain grafis yang mudah diakses siapa saja.
“Bapak Ibu, dengan Canva ini, kita bisa membuat poster, katalog, dan konten media sosial tanpa harus jadi desainer profesional,” ujar Azizah sambil membimbing peserta membuat desain promosi sederhana.
Peserta terlihat antusias. Jemari mereka sibuk menggeser gambar, mengganti warna, dan menambahkan teks di layar laptop maupun ponsel. Ada yang membuat poster untuk promosi warung kopi, ada pula yang merancang brosur untuk usaha keripik rumahan.
Strategi Pemasaran di Era Digital
Sesi kedua dibawakan oleh Qayla, yang membahas Digital Marketing. Ia menjelaskan bahwa pemasaran digital bukan hanya soal menjual barang, tetapi juga membangun hubungan dengan pelanggan.
“Pahami siapa target pembeli kita, dan buat mereka merasa dekat dengan produk yang kita jual,” tuturnya.
Qayla juga membagikan trik memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar, mulai dari pemilihan foto produk, penulisan caption yang menarik, hingga cara berinteraksi dengan konsumen agar merasa dihargai.
Semangat dan Harapan
Pelatihan ini menjadi momen berharga bagi warga Desa Labbo. Banyak peserta mengaku baru pertama kali mencoba membuat desain digital atau memahami strategi pemasaran online secara mendalam.
“Kami berharap setelah ini masyarakat bisa lebih percaya diri memasarkan produknya secara digital dan membuat konten yang menarik,” kata Azizah.
Qayla menambahkan, “Kreativitas dan strategi adalah kunci. Dengan keduanya, usaha lokal bisa naik kelas.”
Program PRISMA di Desa Labbo diharapkan menjadi pintu pembuka bagi masyarakat untuk melihat teknologi bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai peluang emas untuk berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin