Edukasi Kesehatan di Desa Labbo: Langkah Preventif Pemerintah Desa Menjaga Generasi Sehat
BANTAENG – Suasana Aula Kantor Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, tampak berbeda dari biasanya pada Jumat pagi (27/02/2026). Puluhan ibu-ibu warga setempat tampak antusias memadati ruangan tersebut sejak pukul 09.00 WITA. Mereka berkumpul bukan untuk kegiatan administratif biasa, melainkan mengikuti sosialisasi kesehatan yang krusial bagi masa depan keluarga.
Pemerintah Desa Labbo berkolaborasi dengan Yayasan Peduli Wanita Sehat Kanker Serviks (YPWKS) menggelar sosialisasi edukasi mengenai kesehatan reproduksi serta pencegahan dini penyakit degeneratif. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi kaum perempuan sebagai pilar kesehatan dalam rumah tangga.
Fokus pada Kesehatan Reproduksi
Kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman kesehatan paling serius bagi perempuan di Indonesia. Ketua tim dari Yayasan Peduli Wanita Sehat, yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini, menekankan pentingnya deteksi dini dan pemahaman mengenai kebersihan organ intim.
"Banyak ibu-ibu yang masih merasa tabu membicarakan kesehatan organ reproduksi. Padahal, pemahaman yang benar tentang cara merawat dan menjaga kebersihan organ intim adalah langkah awal untuk memutus rantai risiko kanker serviks," ujar narasumber dalam paparannya.
Dalam sesi tersebut, para peserta diberikan edukasi praktis mengenai pola hidup bersih, pemilihan pakaian dalam yang tepat, hingga pentingnya melakukan pemeriksaan rutin seperti IVA test atau Pap Smear. Para ibu-ibu tampak serius menyimak setiap poin yang disampaikan, bahkan tak sedikit yang memberanikan diri untuk bertanya langsung mengenai kendala kesehatan yang selama ini mereka rasakan.
Mengenal Risiko Penyakit Degeneratif Sejak Dini
Selain fokus pada kesehatan reproduksi, sosialisasi ini juga menyasar isu penyakit degeneratif. Seiring dengan perubahan gaya hidup dan pola makan, penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung kini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga mulai mengintai usia yang lebih muda.
Pemerintah Desa Labbo menyadari bahwa pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan. "Kami ingin ibu-ibu di Desa Labbo memiliki bekal pengetahuan agar bisa mengatur pola konsumsi keluarga yang lebih sehat. Pencegahan penyakit degeneratif harus dimulai dari dapur rumah kita sendiri," ungkap perwakilan Pemerintah Desa Labbo yang hadir dalam acara tersebut.
Edukasi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, aktivitas fisik rutin, dan perlunya membatasi konsumsi gula serta garam berlebih. Dengan kesadaran yang tinggi, diharapkan angka penderita penyakit tidak menular (PTM) di Desa Labbo dapat ditekan secara signifikan di masa depan.
Harapan bagi Masyarakat Desa Labbo
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif dan para peserta diberikan dorfrice. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa warga Desa Labbo memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya kesehatan.
Kehadiran yayasan yang kredibel di bidang kanker serviks ini dirasa sangat membantu warga karena memberikan informasi yang valid, menepis mitos-mitos yang sering beredar di masyarakat. Pemerintah Desa Labbo berencana menjadikan sosialisasi seperti ini sebagai agenda berkelanjutan, bekerja sama dengan Puskesmas setempat untuk memastikan tindak lanjut layanan kesehatan bagi warga.
Melalui sinergi antara pemerintah dan organisasi kesehatan, Desa Labbo kini melangkah lebih maju dalam menciptakan komunitas yang tidak hanya cerdas secara sosial, tetapi juga tangguh secara fisik. Ibu yang sehat adalah fondasi bagi keluarga yang bahagia, dan hari ini, para ibu di Desa Labbo telah mengambil langkah besar untuk menjaga masa depan mereka sendiri.
Penulis: Erman AT
Editor: Tim Redaksi SapaDesa
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin