Sinergi Pemdes Labbo: Sulap Lahan Kosong Menjadi Lumbung Pangan Bergizi

30 April 2026
ERMAN
Dibaca 15 Kali
Sinergi Pemdes Labbo: Sulap Lahan Kosong Menjadi Lumbung Pangan Bergizi

LABBO – Pemerintah Desa (Pemdes) Labbo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Pada Kamis pagi, 30 April 2026, suasana di Dusun Ganting, Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, tampak berbeda dari biasanya. Puluhan orang berkumpul dengan semangat gotong royong dalam aksi kerja bakti pemanfaatan Lahan Pangan Bergizi (P2B).

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.00 WITA ini bukan sekadar pembersihan lahan rutin. Ini adalah langkah strategis Desa Labbo untuk menciptakan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga sekaligus merespons program pemerintah pusat terkait penguatan gizi masyarakat melalui optimalisasi pekarangan dan lahan desa.

Gotong Royong Lintas Sektor

Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kolaborasi apik berbagai pihak. Terlihat hadir di lokasi, Pemdes Labbo beserta jajaran perangkat desa, seluruh Kepala Dusun, serta ketua RK dan RT se-Desa Labbo. Kehadiran mereka menjadi lokomotif penggerak bagi warga sekitar, yang turun langsung membawa peralatan pertanian sederhana.

Tidak hanya elemen desa, sinergi lintas instansi juga terlihat sangat kuat. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) hadir memberikan arahan teknis, sementara personel dari Polsek Tompobulu dan Bhabinkamtibmas Desa Labbo turut membaur dengan warga, memastikan kegiatan berjalan aman sekaligus memberikan dukungan moral.

"Ini adalah bentuk nyata dari kemanunggalan pemerintah, aparat, dan masyarakat. Kita ingin menunjukkan bahwa dengan bersama-sama, lahan yang tadinya tidak produktif bisa menjadi sumber nutrisi bagi warga kami," ujar salah satu perangkat desa di sela-sela kegiatan.

Fokus Kegiatan: Penataan dan Pembibitan

Agenda utama kerja bakti kali ini difokuskan pada dua hal: penataan lokasi penanaman dan pengisian kantong polybag. Penataan lokasi dilakukan agar lahan P2B memiliki tata kelola yang rapi, memudahkan drainase, serta memaksimalkan paparan sinar matahari bagi tanaman.

Sementara itu, ribuan kantong polybag disiapkan dan diisi dengan campuran tanah top soil, pupuk kompos, dan sekam. Penggunaan polybag dipilih sebagai solusi praktis agar program ini nantinya bisa direplikasi oleh warga di pekarangan rumah masing-masing, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan lahan luas.

Komoditas Pangan dan Apotek Hidup

Jenis tanaman yang dipilih dalam program P2B di Desa Labbo ini tergolong sangat variatif dan memiliki nilai guna tinggi, baik sebagai bahan pangan harian maupun tanaman obat keluarga (TOGA). Beberapa tanaman yang menjadi prioritas antara lain:

Jahe dan Kunyit: Sebagai tanaman rimpang yang kaya manfaat kesehatan dan memiliki nilai ekonomi.

Seledri dan Daun Bawang: Bumbu dapur esensial yang hampir dibutuhkan setiap hari oleh rumah tangga.

Kemangi: Tanaman penyegar yang mudah tumbuh dan kaya akan antioksidan.

Penyuluh Pertanian yang mendampingi kegiatan menjelaskan bahwa pemilihan jenis tanaman ini didasarkan pada tingkat adaptasi tanaman terhadap iklim di Kecamatan Tompobulu yang cenderung sejuk, serta kemudahan dalam perawatannya.

Mendukung Program Nasional dari Desa

Langkah Pemdes Labbo ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional pasca-pandemi dan di tengah tantangan krisis pangan global. Dengan memanfaatkan lahan desa menjadi Lahan Pangan Bergizi (P2B), Desa Labbo berupaya menekan angka stunting melalui penyediaan akses pangan segar dan bergizi yang bisa dijangkau langsung oleh masyarakat.

"Kami ingin warga Desa Labbo tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasar untuk kebutuhan sayuran dan bumbu dasar. Jika di depan rumah atau di lahan kolektif desa sudah ada jahe, seledri, dan daun bawang, maka ketahanan ekonomi keluarga akan lebih stabil," ungkap tokoh masyarakat setempat.

Edukasi dan Keberlanjutan

Kegiatan kerja bakti ini juga berfungsi sebagai ruang edukasi luar ruang. Warga, terutama generasi muda yang ikut membantu, belajar langsung cara mencampur media tanam yang baik serta teknik penanaman yang efisien. Pemerintah Desa berharap, bibit-bibit yang telah disiapkan di dalam polybag ini nantinya dapat menjadi percontohan

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan masih berlangsung dengan antusiasme tinggi. Area yang tadinya ditumbuhi rumput liar kini telah berubah menjadi bedengan-bedengan rapi dan barisan polybag yang siap menghijaukan Desa Labbo.

Aksi nyata di Desa Labbo ini menjadi potret kecil bagaimana sebuah desa di Kabupaten Bantaeng mampu menjawab tantangan besar melalui tindakan sederhana namun konsisten. Kerja bakti ini bukan sekadar mengolah tanah, melainkan menanam harapan untuk masa depan masyarakat yang lebih sehat dan mandiri secara pangan

Penulis : Erman AT

Editor : Tim Redaksi SapaDesa