Gerakan Cegah Stunting di Desa Labbo: Pemerintah Desa Salurkan Telur Dua Butir per Hari untuk Balita

LABBO, Tompobulu – Sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting di tingkat desa, Pemerintah Desa Labbo menggelar kegiatan pembagian telur kepada balita pada Selasa (23/7/2025) pukul 10.00 WITA di Aula Kantor Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. Program ini dikenal sebagai Gerakan Genting (Gerakan Cegah Stunting), yang bertujuan meningkatkan asupan protein dan nutrisi penting bagi anak-anak usia dini.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Labbo, Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Tompobulu, serta PPKBD dan Sub PPKBD Desa Labbo. Sebanyak 14 balita dari keluarga sasaran menerima bantuan telur dalam program ini.
“Gerakan cegah stunting dengan pembagian telur dua butir sehari ini merupakan langkah sederhana namun sangat berarti,” ujar Kepala Desa Labbo. “Cegah stunting, wujudkan generasi sehat. Telur untuk tumbuh kembang optimal, cegah stunting sejak dini,” tambahnya dalam sambutannya.
Menurut penyuluh KB yang hadir, program ini adalah bentuk konkret dari sinergi lintas sektor untuk menekan angka stunting di wilayah pedesaan. Telur dipilih sebagai sumber protein hewani karena kaya akan zat gizi dan mudah diterima oleh anak-anak.
Setidaknya lima tujuan utama menjadi dasar pelaksanaan program ini:
1. Meningkatkan Asupan Gizi Balita
Telur merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi yang sangat penting bagi proses tumbuh kembang anak. Selain protein, telur juga mengandung vitamin A, D, B12, zat besi, dan seng—semua elemen penting bagi perkembangan otak, sistem imun, dan pembentukan tulang.
2. Mencegah dan Menurunkan Angka Stunting
Dengan menyediakan asupan gizi yang cukup dan seimbang melalui konsumsi rutin dua butir telur, diharapkan angka stunting dapat ditekan secara signifikan.
3. Mendukung Pertumbuhan Optimal Anak
Telur mendukung pertumbuhan sel-sel tubuh, memperkuat otot, serta meningkatkan fungsi kognitif anak sejak dini.
4. Meningkatkan Kesadaran Gizi Masyarakat
Program ini juga merupakan bentuk edukasi masyarakat mengenai pentingnya protein hewani dalam menu harian anak-anak. Ibu-ibu yang hadir diberikan penyuluhan mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang.
5. Memberdayakan Kader dan Masyarakat Desa
Pelaksanaan program melibatkan kader posyandu, PPKBD, dan tokoh masyarakat. Selain memperkuat struktur sosial desa, pendekatan ini juga mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan pembangunan kesehatan.
Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Tompobulu menegaskan pentingnya dukungan dari seluruh elemen masyarakat. “Program ini tidak akan berhasil tanpa keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, pemerintah desa, hingga lembaga pendukung seperti BKKBN dan dinas kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Sub PPKBD Desa Labbo mengungkapkan bahwa program akan terus dilanjutkan secara berkala dengan evaluasi rutin terhadap pertumbuhan anak-anak sasaran.
Gerakan ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah desa dalam mewujudkan generasi sehat, bebas stunting, dan berkualitas, sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia di Desa Labbo.
Penulis: Nur Hikmah
Editor: Sabri
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin