Potensi Perkebunan dan Hutan Rakyat Desa Labbo: Antara Konservasi dan Kesejahteraan

09 Juli 2025
Administrator
Dibaca 60 Kali
Potensi Perkebunan dan Hutan Rakyat Desa Labbo: Antara Konservasi dan Kesejahteraan

Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, bukan hanya dikenal dengan komoditas unggulan seperti kopi dan porang, tetapi juga memiliki kawasan hutan rakyat yang telah ditetapkan secara resmi oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Dengan luas mencapai 342 hektare, kawasan hutan ini menjadi aset ekologis dan sekaligus sumber daya ekonomi yang potensial bagi masyarakat sekitar.

Penetapan Hutan Desa Labbo dan Kondisi Geografisnya

Kawasan hutan lindung Desa Labbo telah memperoleh:

  • SK Penetapan Hutan dari Kementerian Kehutanan, dan

  • SK Pengesahan Rencana Kerja Hutan Desa (RKHD) dari Gubernur Sulawesi Selatan.

Adapun batas wilayah hutan desa Labbo meliputi:

  • Utara: Desa Pattaneteang

  • Timur: Kabupaten Bulukumba

  • Selatan: Desa Parang Loe dan Pa’bumbungan, Kecamatan Eremerasa

  • Barat: Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere

Jenis Tanah di Hutan Desa Labbo

Jenis Tanah Luas (Ha) Persentase
Litosol 136,80 40%
Andosol 205,20 60%

Jenis tanah ini dikenal subur dan cocok untuk tanaman perkebunan seperti kopi dan porang, serta tanaman endemik lainnya.

Topografi dan Tantangan Alam

Topografi hutan desa cukup menantang namun menyimpan kekayaan ekologi yang besar. Berikut data sebaran lerengnya:

Kelas Lereng Luas (Ha) Persentase
Sangat Curam (>45%) 18,42 5,38%
Curam (24–45%) 95,55 27,93%
Agak Curam (15–25%) 61,69 18,06%
Landai (8–15%) 166,33 48,63%
Datar (0–8%) 0 0%

Meskipun mayoritas area memiliki kemiringan curam hingga sangat curam, namun area landai yang dominan menjadi peluang besar untuk pengembangan perkebunan secara terpadu tanpa merusak ekosistem.

Kekayaan Alam dan Potensi Ekonomi Hutan Desa Labbo

Kawasan hutan Desa Labbo bukan hanya penyangga lingkungan hidup, tetapi juga menyediakan berbagai sumber daya bernilai ekonomi seperti:

Rotan dan Banga

Merupakan bahan alami yang memiliki nilai jual tinggi untuk kebutuhan kerajinan tangan dan furniture.

Markisa dan Tanaman Hias

Beberapa masyarakat mulai membudidayakan tanaman markisa dan tanaman hias karena permintaan pasar yang meningkat serta kemampuan beradaptasi di kawasan berhawa sejuk.

Madu Hutan

Hutan Desa Labbo juga menjadi habitat lebah liar. Madu alami dari lebah hutan ini menjadi sumber tambahan penghasilan masyarakat, sekaligus menjaga ekosistem penyerbukan alami.

Kopi Arabika

Budi daya kopi arabika telah berjalan lama di kawasan hutan ini. Kopi hasil panen dari wilayah hutan dikenal dengan cita rasa khas dan berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai kopi organik unggulan.

Tanaman Porang

Dengan pertumbuhan alami yang cepat dan tidak membutuhkan banyak perawatan, porang menjadi salah satu tanaman unggulan yang dapat dibudidayakan tanpa merusak ekosistem hutan.

Mewujudkan Hutan Lestari yang Produktif

Pengelolaan hutan Desa Labbo ke depan harus memperhatikan prinsip:

  • Kelestarian lingkungan

  • Pemberdayaan masyarakat

  • Penguatan kelembagaan desa

Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan stakeholder lainnya, kawasan hutan desa bukan hanya bisa dipertahankan, tapi juga dikembangkan menjadi sumber ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan.

Kesimpulan

Perkebunan dan hutan rakyat di Desa Labbo merupakan pilar penting dalam membangun ekonomi desa yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan terpadu dan berbasis kearifan lokal, masyarakat Labbo tidak hanya menjaga warisan alamnya, tapi juga memanfaatkannya untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.