Perkuat Mitigasi Bencana dan Ketahanan Pangan, Pemdes Labbo Salurkan Ribuan Bibit Buah Produktif

15 Januari 2026
ERMAN
Dibaca 18 Kali
Perkuat Mitigasi Bencana dan Ketahanan Pangan, Pemdes Labbo Salurkan Ribuan Bibit Buah Produktif

BANTAENG – Pemerintah Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan hidup dan penguatan ekonomi kerakyatan. Pada Kamis (15/1/2026), bertempat di aula Kantor Desa Labbo, dilaksanakan prosesi penyaluran bantuan bibit pohon buah-buahan secara simbolis kepada seluruh perangkat kewilayahan.

Sebanyak Ratusan bibit yang terdiri dari varietas Manggis, Durian,Rambutan, dan Mangga dibagikan untuk ditanam di titik-titik strategis desa. Langkah ini bukan sekadar penghijauan biasa, melainkan strategi terintegrasi untuk menjaga ekosistem wilayah Tompobulu yang berada di dataran tinggi.

Sinergi Lingkungan dan Ekonomi

Kepala Desa Labbo, Sirajuddin, S. Ag, dalam sambutannya menekankan bahwa pemilihan jenis pohon buah-buahan tersebut telah melalui pertimbangan yang matang. Menurutnya, Desa Labbo memiliki karakteristik geografis yang unik namun memiliki tantangan tersendiri terkait kerawanan bencana alam.

"Kita tidak hanya ingin menanam pohon yang sekadar hijau. Kita memilih Manggis, Durian, dan Mangga karena keempat jenis ini memiliki akar yang kuat untuk mengikat tanah, sekaligus memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi di masa depan bagi warga," ujar Sirajuddin di hadapan para kepala dusun dan Ketua RK/RT.

Ia menambahkan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang. Jika dikelola dengan baik, Labbo bisa bertransformasi menjadi sentra buah unggulan di Kabupaten Bantaeng dalam kurun waktu 5 hingga 7 tahun ke depan.

Prioritas Lokasi: Pinggir Sungai hingga Titik Rawan Longsor

Isu lingkungan menjadi sorotan utama dalam agenda kali ini. Sirajuddin menginstruksikan dengan tegas agar penanaman bibit diprioritaskan pada tiga area krusial:

Bantaran Sungai: Untuk mencegah pengikisan tanah (abrasi) yang sering terjadi saat debit air meningkat di musim penghujan.

Sekitar Mata Air: Sebagai upaya konservasi air bawah tanah agar ketersediaan air bersih di Desa Labbo tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Lahan Rawan Longsor: Mengingat topografi Kecamatan Tompobulu yang berbukit, penanaman pohon berakar tunggang diharapkan mampu meminimalisir risiko pergerakan tanah.

"Saya meminta kepada seluruh Kepala Dusun dan RT/RK untuk mengawal langsung penanaman ini. Jangan sampai bibit ini hanya diterima lalu dibiarkan mati. Ini adalah amanah untuk menjaga alam kita," tegas Kades yang dikenal religius tersebut.

Skema Distribusi Melalui Perangkat Desa

Penyaluran bibit kali ini melibatkan KKN Gelombang 115 UNHAS Makassar serta seluruh jajaran kewilayahan. Para Kepala Dusun, Ketua RK (Rukun Kampung), dan Ketua RT (Rukun Tetangga) hadir untuk menerima alokasi bibit yang nantinya akan diteruskan kepada warga di wilayah masing-masing.

Metode ini diambil agar pengawasan pasca-tanam lebih mudah dilakukan. Setiap Ketua RT bertanggung jawab memantau perkembangan bibit yang ditanam di wilayahnya. Dengan melibatkan perangkat terbawah, Pemerintah Desa berharap adanya rasa memiliki (sense of belonging) dari masyarakat terhadap pohon-pohon yang ditanam.

Harapan Masyarakat

Respons positif datang dari para penerima manfaat. Salah seorang Ketua RT mengungkapkan bahwa pembagian bibit ini sangat tepat momentumnya, mengingat kesadaran warga akan pentingnya tanaman keras di lahan miring mulai meningkat setelah beberapa kejadian cuaca ekstrem tahun lalu.

Selain fungsi ekologi, warga berharap bantuan bibit unggul ini dapat membantu meningkatkan pendapatan rumah tangga di masa depan. Durian dan manggis dari wilayah Tompobulu selama ini dikenal memiliki kualitas rasa yang khas karena faktor ketinggian lahan, sehingga memiliki daya saing tinggi di pasar.

Menuju Desa Labbo yang Tangguh

Kegiatan yang berlangsung tertib di Kantor Desa Labbo ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan simulasi penanaman singkat. Melalui program ini, Desa Labbo berupaya memberikan contoh bahwa pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga pembangunan ekosistem yang berkelanjutan.

Dengan visi "Menanam Hari Ini untuk Menuai di Masa Depan", Sirajuddin berharap Desa Labbo dapat menjadi desa mandiri yang tangguh terhadap bencana dan sejahtera secara ekonomi melalui potensi sumber daya alamnya sendiri.

Penulis: Erman AT

Editor: Tim Redaksi LabboNews