Seminar Program Kerja KKN Tematik UNHAS Angkatan 116 Bahas Perubahan Iklim Perkuat Kolaborasi Masyarakat Desa Labbo

14 Juli 2026
ERMAN
Dibaca 28 Kali
Seminar Program Kerja KKN Tematik UNHAS Angkatan 116 Bahas Perubahan Iklim Perkuat Kolaborasi Masyarakat Desa Labbo

Labbo, 10 Juli 2026– Pemerintah Desa Labbo bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar Angkatan 116 sukses menggelar Seminar Program Kerja bertema "Perubahan Iklim dan Upaya Adaptasi di Tingkat Desa". Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, pada Jumat (10/7/2026) mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus diskusi bagi seluruh elemen masyarakat mengenai tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.

Seminar ini dipandu oleh moderator Hasanuddin dan Nurul Aulia yang mengarahkan jalannya kegiatan secara tertib dan interaktif. Sejak pagi, aula Kantor Desa Labbo telah dipenuhi oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintah desa yang hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Turut hadir Kepala Dusun, Babinsa, Babinkamtibmas, para Ketua RK dan RT, kader Posyandu, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai unsur lainnya yang memiliki peran penting dalam pembangunan desa.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, kemudian memasuki sesi sambutan dari para tamu undangan. Sambutan pertama disampaikan oleh Koordinator Wilayah KKN Tematik Universitas Hasanuddin Angkatan 116 Makassar yang menjelaskan bahwa tema perubahan iklim dipilih karena merupakan salah satu isu global yang memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang menggantungkan perekonomiannya pada sektor pertanian dan sumber daya alam.

Dalam sambutannya, Koordinator Wilayah KKN menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir untuk melaksanakan program pengabdian, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam memberikan edukasi serta mendorong lahirnya solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Menurutnya, perubahan iklim bukan lagi persoalan masa depan, melainkan tantangan yang sudah dirasakan saat ini melalui perubahan pola musim, meningkatnya suhu udara, hingga potensi bencana alam yang semakin sering terjadi.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Desa Labbo, yang menyampaikan apresiasi kepada Universitas Hasanuddin atas kepercayaan menjadikan Desa Labbo sebagai lokasi pelaksanaan KKN Tematik. Ia berharap seminar tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mengembangkan kebiasaan yang ramah terhadap alam.

Kepala Desa juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung setiap program kerja mahasiswa KKN yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, kelompok tani, pemuda, hingga lembaga kemasyarakatan desa.

Sementara itu,Dosen Pengampu Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin dalam pemaparannya menjelaskan berbagai penyebab terjadinya perubahan iklim beserta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Ia menguraikan bahwa peningkatan emisi gas rumah kaca, kerusakan hutan, serta aktivitas manusia yang kurang memperhatikan kelestarian lingkungan menjadi faktor utama yang mempercepat perubahan iklim.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa wilayah pedesaan memiliki peran strategis dalam upaya mitigasi maupun adaptasi terhadap perubahan iklim. Berbagai langkah sederhana seperti penghijauan, menjaga sumber mata air, pengelolaan sampah yang baik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga pemanfaatan lahan secara berkelanjutan merupakan tindakan nyata yang dapat dilakukan bersama.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Camat Tompobulu atau yang mewakili, yang memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin bersama Pemerintah Desa Labbo dalam menyelenggarakan seminar tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan bentuk sinergi yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk isu perubahan iklim.

Setelah seluruh sambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi dan diskusi interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya seminar. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, konservasi lingkungan, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana akibat perubahan cuaca ekstrem.

Mahasiswa KKN Tematik UNHAS Angkatan 116 juga memaparkan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di Desa Labbo. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan, edukasi pengelolaan sampah, penghijauan, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Melalui seminar ini diharapkan masyarakat Desa Labbo semakin memahami bahwa perubahan iklim merupakan tantangan bersama yang harus dihadapi dengan aksi nyata dan kolaborasi seluruh pihak. Edukasi yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seminar semata, tetapi mampu menjadi awal terbentuknya budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Seminar Program Kerja KKN Tematik Universitas Hasanuddin Angkatan 116 ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghadirkan kegiatan edukatif yang memberikan manfaat luas. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, Desa Labbo diharapkan mampu menjadi salah satu desa yang tangguh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Bantaeng.

Penulis:Erman At

Editor : Tim Redaksi Sapa Desa