Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Wilayah Makassar sukses melaksanakan program kerja inovatif bertajuk "GEMAS FINANSIAL" (Gerakan Menabung Berbasis Daur U

25 Januari 2026
ERMAN
Dibaca 39 Kali
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Wilayah Makassar sukses melaksanakan program kerja inovatif bertajuk "GEMAS FINANSIAL" (Gerakan Menabung Berbasis Daur U

BANTAENG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Wilayah Makassar sukses melaksanakan program kerja inovatif bertajuk "GEMAS FINANSIAL" (Gerakan Menabung Berbasis Daur Ulang Plastik). Kegiatan ini menyasar siswa-siswi sekolah dasar di Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, guna menanamkan literasi keuangan sekaligus kepedulian lingkungan sejak dini.

Berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (19-21 Januari 2026), rangkaian edukasi ini dilaksanakan di dua titik utama, yaitu MIS Al Hidayah dan SDN 59 Labbo. Dengan jadwal yang terbagi dalam beberapa sesi—pukul 09.00 WITA, 10.00 WITA, dan 13.00 WITA—Puluhan siswa antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan yang memadukan teori pengelolaan uang dan praktik kreativitas.

Menanamkan Karakter Hemat Melalui Literasi Keuangan

Koordinator Program, Wulan Suci Ramdhani, menjelaskan bahwa GEMAS FINANSIAL dirancang berangkat dari keprihatinan terhadap rendahnya pemahaman manajemen keuangan di kalangan anak-anak pedesaan. Menurutnya, kebiasaan konsumtif sering kali terbentuk karena kurangnya pemahaman mengenai perbedaan antara "keinginan" dan "kebutuhan."

"Tujuan utama kami adalah menanamkan kebiasaan menabung sejak dini. Kami ingin anak-anak di Desa Labbo paham bahwa mengelola uang bukan hanya soal menyimpan sisa uang jajan, tetapi tentang perencanaan masa depan dan disiplin diri," ujar Wulan di sela-sela kegiatan di SDN 59 Labbo.

Materi yang disampaikan dikemas secara interaktif. Para mahasiswa KKN Unhas memberikan simulasi sederhana mengenai cara membagi uang saku ke dalam beberapa kantong: untuk ditabung, untuk kebutuhan sekolah, dan untuk berbagi. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dasar pengelolaan keuangan yang selama ini jarang didapatkan di bangku sekolah formal.

Inovasi Daur Ulang: Mengubah Sampah Menjadi Celengan

Hal yang membedakan program ini dengan edukasi keuangan lainnya adalah integrasi konsep Green Economy melalui pemanfaatan sampah plastik. Selain mendapatkan materi teori, para siswa diajak langsung untuk mengolah botol plastik bekas menjadi celengan yang menarik dan bernilai guna.

"Kami tidak ingin mereka hanya tahu cara menabung, tetapi juga sadar akan kebersihan lingkungan. Dengan membuat celengan sendiri dari botol bekas, anak-anak diajak berpikir kreatif. Sampah plastik yang tadinya tidak berguna bisa bertransformasi menjadi wadah untuk menyimpan impian mereka melalui tabungan," tambah Wulan.

Para siswa terlihat sangat kreatif dalam menghias botol-botol mereka menggunakan kertas warna-warni, cat, dan pita. Aktivitas ini terbukti efektif menarik minat siswa sehingga proses belajar mengenai literasi keuangan tidak terasa membosankan.

Sambutan Hangat Pihak Sekolah dan Desa

Kehadiran mahasiswa KKN Unhas ini disambut positif oleh pihak sekolah. Kepala Sekolah MIS Al Hidayah menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan karakter anak zaman sekarang.

"Kegiatan ini sangat luar biasa. Anak-anak kami jadi punya semangat baru untuk menabung. Apalagi mereka diajarkan membuat celengannya sendiri dari barang bekas, ini mengasah motorik dan kreativitas mereka. Kami berharap kebiasaan ini terus berlanjut bahkan setelah kakak-kakak mahasiswa selesai KKN," ungkapnya.

 

Senada dengan itu, masyarakat Desa Labbo juga melihat program ini sebagai langkah konkret dalam mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Desa Labbo yang memiliki potensi alam yang asri memang tengah gencar menggalakkan pengurangan sampah plastik.

Dampak Jangka Panjang

Program GEMAS FINANSIAL ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial belaka. Tim KKN Unhas Gelombang 115 berkomitmen untuk memantau perkembangan kebiasaan menabung para siswa selama mereka bertugas di Desa Labbo.

Melalui gerakan ini, mahasiswa Unhas berhasil membuktikan bahwa pengabdian masyarakat bisa dilakukan dengan cara yang sederhana namun berdampak luas. Integrasi antara edukasi finansial dan pelestarian lingkungan menjadi kunci utama dalam membangun karakter generasi emas di pelosok Kabupaten Bantaeng.

Dengan berakhirnya kegiatan pada Rabu siang, keceriaan tampak di wajah para siswa yang pulang membawa celengan buatan mereka sendiri. Di balik botol plastik yang dihias itu, tersimpan harapan besar akan lahirnya generasi yang lebih bijak dalam finansial dan lebih cinta pada buminya.

Penulis: Erman AT

Editor: Tim Redaksi LabboNews