Pemerintah Desa Labbo Gelar Musyawarah Perempuan, Lansia, Anak, dan Penyandang Disabilitas untuk Wujudkan Pembangunan yang Inklusif

16 Juli 2026
ERMAN
Dibaca 7 Kali
Pemerintah Desa Labbo Gelar Musyawarah Perempuan, Lansia, Anak, dan Penyandang Disabilitas untuk Wujudkan Pembangunan yang Inklusif

Labbo, 16 Juli 2026 – Pemerintah Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, menggelar Musyawarah Perempuan, Lansia, Anak, dan Penyandang Disabilitas di Aula Kantor Desa Labbo pada Rabu (16/07/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA tersebut menjadi wadah bagi kelompok masyarakat yang selama ini membutuhkan ruang lebih luas untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta usulan pembangunan desa yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Musyawarah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Desa Labbo dalam mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Melalui forum tersebut, perempuan, lanjut usia, anak, dan penyandang disabilitas diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi serta harapan mereka terhadap arah pembangunan desa pada masa mendatang.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Labbo yang menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial, pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, serta pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dan lansia.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Labbo menyampaikan bahwa seluruh lapisan masyarakat memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan pembangunan desa. Menurutnya, setiap aspirasi yang lahir dari masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyusunan program kerja pemerintah desa agar pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga.

Selanjutnya, Camat Tompobulu atau yang mewakili mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Labbo yang terus menghadirkan ruang musyawarah yang melibatkan kelompok rentan. Ia menilai bahwa pembangunan yang berkualitas lahir dari proses perencanaan yang melibatkan semua unsur masyarakat tanpa membedakan usia, jenis kelamin, maupun kondisi fisik.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan desa. Oleh karena itu, pemerintah kecamatan mendorong agar hasil musyawarah ini dapat diakomodasi dalam dokumen perencanaan desa sehingga setiap usulan yang dinilai prioritas dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

Sementara itu, Ketua BPD Labbo dalam sambutannya menegaskan bahwa Badan Permusyawaratan Desa memiliki peran sebagai jembatan aspirasi masyarakat kepada pemerintah desa. Ia berharap forum seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga komunikasi antara masyarakat dan pemerintah desa semakin terbuka dan harmonis.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Babinkamtibmas,Kepala Dusun Panjang Selatan, RT, perwakilan Guru SD Negeri 59 Labbo, Ibu Lansia serta siswa SMP Negeri 5 Dusun Bawa. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan bersama dalam membangun desa yang ramah terhadap perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Suasana musyawarah berlangsung hangat dan penuh semangat. Memasuki sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Anggota BPD Labbo, Ashar, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai masukan secara langsung. Forum berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan yang disampaikan secara terbuka dan konstruktif.

Sejumlah peserta perempuan menyampaikan pentingnya peningkatan program pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pelatihan keterampilan, dukungan terhadap pelaku usaha kecil, serta peningkatan akses terhadap kegiatan pemberdayaan perempuan di desa.

Perwakilan lansia juga menyampaikan harapan agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat lanjut usia terus ditingkatkan, termasuk pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan secara berkala serta perhatian terhadap kesejahteraan lansia yang membutuhkan pendampingan.

Sementara itu, perhatian terhadap anak menjadi salah satu pembahasan penting dalam musyawarah. Perwakilan guru dan peserta didik menyampaikan perlunya peningkatan fasilitas pendukung pendidikan, ruang belajar yang nyaman, kegiatan pembinaan karakter, serta lingkungan yang aman dan ramah anak.

Di sisi lain, peserta dari kelompok penyandang disabilitas berharap agar akses terhadap fasilitas umum di desa semakin diperhatikan sehingga seluruh masyarakat dapat memperoleh pelayanan publik yang setara tanpa hambatan. Mereka juga mengusulkan adanya program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas melalui pelatihan keterampilan maupun kegiatan produktif lainnya.

Seluruh usulan yang disampaikan selama musyawarah dicatat sebagai bahan penyusunan rencana pembangunan desa. Pemerintah Desa Labbo bersama Badan Permusyawaratan Desa berkomitmen menindaklanjuti setiap masukan sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan keuangan desa.

Musyawarah ini tidak hanya menjadi forum penyampaian aspirasi, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Dengan melibatkan seluruh kelompok masyarakat, diharapkan setiap kebijakan yang diambil mampu menjawab kebutuhan nyata warga Desa Labbo.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Labbo kembali menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang terbuka, demokratis, dan berpihak kepada seluruh masyarakat. Harapannya, sinergi antara pemerintah desa, BPD, pemerintah kecamatan, aparat keamanan, tenaga pendidik, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus terjalin guna mewujudkan Desa Labbo yang maju, sejahtera, inklusif, dan berdaya saing.

Penulis : Erman AT

Editor : Tim Redaksi Sapa Desa