Bincang Literasi dan Pembentukan Panitia Lokakarya Hari Jadi Desa Labbo

18 Desember 2025
ERMAN
Dibaca 59 Kali
Bincang Literasi dan Pembentukan Panitia Lokakarya Hari Jadi Desa Labbo

Labbo, LabboNews — Pemerintah Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, menggelar kegiatan Bincang Literasi dan Pembentukan Panitia Lokakarya Hari Jadi Desa Labbo yang berlangsung di aula Kantor Desa Labbo, Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang temu gagasan antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan unsur kelembagaan desa dalam rangka memperkuat kesadaran literasi sekaligus mematangkan persiapan peringatan hari jadi desa.

Acara diawali dengan sambutan Kepala Desa Labbo, Sirajuddin, S.Ag, yang menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan. Menurutnya, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami sejarah, serta merawat identitas dan nilai-nilai lokal Desa Labbo.

“Momentum hari jadi desa bukan sekadar seremoni, tetapi ruang refleksi untuk melihat perjalanan Desa Labbo dari masa ke masa. Literasi menjadi pintu masuk untuk merawat ingatan kolektif desa dan menyiapkan generasi yang berpengetahuan,” ujar Sirajuddin di hadapan para peserta.

Kegiatan ini dipandu oleh Hamsir Jailani selaku moderator, yang mengarahkan diskusi berlangsung dinamis dan partisipatif. Dalam pengantarnya, Hamsir menyampaikan bahwa bincang literasi ini diharapkan melahirkan gagasan-gagasan segar terkait pengemasan kegiatan hari jadi desa agar bernilai edukatif dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat.

Hadir sebagai narasumber utama, Drs. Sulhan Yusuf, pendiri Paradigma Institute Makassar sekaligus pemilik Boetta Ilmoe (Roemah Pengetahuan Bantaeng). Dalam pemaparannya, Sulhan Yusuf mengulas pentingnya desa membangun ekosistem literasi berbasis kearifan lokal. Ia menilai, desa memiliki kekayaan cerita, sejarah, dan pengetahuan tradisional yang apabila didokumentasikan dengan baik akan menjadi sumber belajar yang berharga.

“Desa seperti Labbo ini sesungguhnya adalah pusat pengetahuan. Tinggal bagaimana kita mengelolanya. Hari jadi desa bisa menjadi pintu masuk untuk menulis sejarah desa, mendokumentasikan tokoh-tokoh lokal, dan menumbuhkan kebanggaan kolektif,” jelas Sulah Yusuf.

Ia juga mendorong agar pembentukan panitia lokakarya hari jadi desa tidak hanya bersifat administratif, tetapi melibatkan unsur pemuda, tokoh adat, tokoh agama, dan komunitas literasi. Dengan demikian, kegiatan yang dirancang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna dan berorientasi pada penguatan kapasitas masyarakat.

Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai tanggapan dari peserta yang terdiri atas Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat dan staf desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta Ketua dan anggota BPD Desa Labbo. Sejumlah peserta mengusulkan agar lokakarya hari jadi desa diisi dengan pameran arsip desa, penulisan sejarah dusun, lomba literasi bagi pelajar, hingga diskusi kebudayaan lokal.

Pada sesi akhir, dilakukan pembentukan awal panitia lokakarya hari jadi Desa Labbo. Kesepakatan bersama menekankan prinsip kolaborasi, keterbukaan, dan partisipasi aktif seluruh elemen desa. Panitia yang terbentuk nantinya akan bertugas merumuskan konsep, agenda, serta waktu pelaksanaan lokakarya dengan mengedepankan nilai edukasi dan pelestarian budaya.

Kegiatan bincang literasi ini ditutup dengan harapan bersama agar Desa Labbo terus tumbuh sebagai desa yang sadar literasi, berdaya secara pengetahuan, dan kuat dalam menjaga identitasnya. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam forum ini menjadi modal awal untuk menyukseskan peringatan hari jadi desa yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna bagi generasi kini dan mendatang.

Penulis: Erman AT
Editor: Tim Redaksi LabboNews